->Profil Desa Binaan

Profil Desa Binaan


Table of Contents:

A.2.4 Terganggunya Siklus Hidrologi dan Kerusakan Hutan

Selama masa-masa kering 1997 hingga Agustus 2001 ini, debit air permukaan tanah berkurang drastis. Level permukaan air sungai menurun tajam dari kondisi normalnya. Ketinggian permukaan air di parit-parit hanya sampai sebatas mata kaki, bahkan ada yang kering sama sekali, padahal sebelumnya, secara normal, ketinggiannya hampir mencapai lutut.
Di Kapunduhan Parabon, Desa Peundeuy, waktu kemarau panjang, tahun 1997, terjadi kekeringan hingga 7 bulan. Sumur sedalam 12 m kering. Kulaitas air sumur dari segi warnanya agak kekuningan dan keruh lumpur. Akibatnya banyak orang-orang yang mengambil dari sungai untuk memenuhi keperluan sehari-hari.

Debit air yang sedemikian menurun ini, tidak membuat petani untuk beralih menanam komoditas pertanian lain. Tetap menanam padi. Kekurangan air ini terkadang menimbulkan konflik di tingkat petani itu sendiri, walaupun telah ada kelompok tani yang cukup terorganisir dengan melakukan penanaman secara serentak, yang diharapkan pembagian air dapat berlangsung baik, tetap tidak membuahkan hasil padi yang lebih baik.

Di daerah pemukiman penduduk, ketika musim kering mengalami penurunan permukaan air bahkan sampai mengakibatkan keringnya dasar sumur, yang dalamnya mencapai sekitar 15 meter. Bahkan di beberapa tempat para penduduk membawa wadah untuk air, mencari air ke kampung lain atau mencari ke sumber mata air yang masih menyisakan sedikit airnya.
Di desa Peundeuy, ketika musim kering, ketinggian permukaan air yang terdapat pada sumur-sumur penduduk mencapai kedalaman 12 m dari permukaan, dan kondisi ini pun hampir mencapai dasar sumur. Bahkan di kapunduhan Sukawening, para penduduk yang sumurnya telah kering mencari air hingga perkampungan lain yang lebih dekat.

Di kapunduhan Sukawening, Desa Peundeuy, beberapa kali terjadi peristiwa singkapan geologis yang semakin lama semakin bergeser ke arah wilayah utara. Dari peristiwa geologis ini terbentuk sumber air yang pada musim kering menjadi kering juga.
Desa Toblong yang sebagian besar daerahnya merupakan daerah datar dan berada pada ketinggian yang paling rendah diantara desa-desa lainnaya, ketika terjadi penaikan level ketinggian permukaan air sungai Cikaengan hingga melewati ambang batas toleransi kebanjiran, akan mudah sekali terendam air sungai. Boleh dikatakan desa Toblong menerima semua akumulasi permasalahan hidrologi akibat terganggunya kesetimbangan ekologis yang mengakibatkan terganggunya siklus hidrologi.
Di desa Sukanegara, yang bagian timurnya berbatasan langsung dengan Kab. Tasikmalaya, dan berupa tanah bukit berhutan, sejak tahun 1998 mengalami penebangan secara membabi buta di bukit tersebut. Warga turut menebangi hutan karena merasa sudah tidak dapat bagian karena pejabat desa sebelumnya turut andil dalam penebangan hutan, dan sisanya sudah tidak dapat diapa-apakan lagi. Sawah yang ada mengandalkan hujan, kering. Waduk tradisional yang ada pun mengalami penyusutan yang sangat dan hanyaa tinggal sedikit airnya, bahkan ditanami padi juga.

Tags
Serambi | Tentang Kami | Kontak Kami | Webmaster